Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan

10 November, 2009

PENEMBAK NASRUDIN MENGAKUI PERBUATANNYA

Daniel Daen, pelaku penembakan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain, akhirnya mengakui bahwa dirinya adalah orang yang menembaknya dalam kasus pembunuhan tersebut.
Pada sidang sebelumnya, Daniel tidak mau memberikan keterangan dengan alasan sakit. Padahal Daniel takut memberikan keterangan karena diancam dibunuh.


Dalam pengakuannya di hadapan majelis hakim, Daniel saat itu membonceng motor dengan Heri Santosa di kawasan Modern Land, Tangerang.

Daniel membawa senjata, yang diakui diberi dari terdakwa Fransiskus Tiga hari sebelumnya.

Keduanya diminta oleh Hendrikus, untuk mengikuti mobil Nasrudin dan diminti melakukan teror.

Dia kemudian melutuskan dua butir peluru ke pintu belakang samping kiri mobil Nasrudin. Saat itu dirinya mengaku tidak melihat ada orang di dalamnya.

Daniel kemudian kembali ke kosnya di Palbatu, dan bertemu dengan Hendrikus di Casablanca, Jakarta Selatan.

Keduanya kemudian menuju kawasan Pondok Labu dan memberikan uang kepada Daniel Rp 10 juta.

"Sebelumnya Hendrikus bicarakan ke saya kalau (Nasrudin) bahaya dan akan mengacaukan pemilu. Kalau tidak ada kata itu saya tidak mau,"

Daniel kemudian menuju Stasiun Gambir dan naik kereta jurusan Surabaya. Minggu sore, dia menuju Flores menumpang kapal laut.

Setelah berada di Flores selama satu bulan, Daniel kemudian menuju Jakarta dengan kapal laut dan turun di Pelabuhan Tanjung Priok.

Saat turun dari kapal, Daniel langsung diamankan petugas di Tanjung Priok.

Menurut pengakuannya, saat berada di mobil milik petugas, dirinya dalam mobil dirinya dipukuli. Dirinya kemudian dibawa ke hotel langsung dipukuli dan diborgol.

"Kaki di atas kepala di bawah. dari malam hingga pagi. Setelah itu baru saya di BAP," ujarnya.

Sebanyak lima eksekutor menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan ini. Mereka adalah Daniel Daen, Eduardus alias Edo, Fransiskus, Hendrikus dan Heri Santosa.

Daniel mendapat tugas sebagai penembak Nasrudin, Edo berperan sebagai pemberi order, Hendrikus sebagai penerima order, Fransiskus sebagai pemantau keadaan saat penembakan serta observasi kegiatan korban, dan Heri sebagai pengendara sepeda motor yang ditumpangi penembak.

Selama ini para terdakwa mengaku mendapat perintah untuk menghabisi nyawa Nasrudin dengan alasan menjalankan tugas negara. Mereka diminta menembak Nasrudin yang dianggap sebagai musuh negara.
Sumber : Vivanews.com

Read more...

31 Agustus, 2009

KABINET SBY 2009-2014

Sejumlah nama telah begitu digembar gemborkan bakal mengisi jabatan kursi menteri dalam kabinet yang bangun oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,ada beberapa nama yang merupakan kader kader dari partai partai pendukung SBY dalam kampanye Pemilu 2009... Hatta Rajasa adalah nama yang dikabarkan bakal mengisi posisi menteri untuk masa jabatan 2009- 2014 tersebut.


Selain nama hatta Rajasa masih ada nama nama lain yang berasal dari elit partai politik,sebut saja Puan Maharani,karena menurut desas desus SBY tengah membangun koalisi kabinet yang didalamnya PDIP dikatakan ikut serta,masih ada kabar bahwa Prabowo Subianto adalah nama yang bakal ditempatkan pada posisi menteri pertanian.

Walau ada begitu banyak nama yang diisukan bakal mengisi posisi jabatan menteri,akan tetapi dari pihak SBY sendiri masih mengunci rapat nama nama calon menteri dalam kabinet yang akan ia bangun untuk periode 2009-2014.

Kita tunggu saja apakah SBY menepati janjinya untuk mengutamakan lebih banyak kaum profesional dijajaran kabinetnya,dari pada harus membentuk kabinet yang terkesan politik membalas budi...


Read more...

09 Agustus, 2009

KRONOLOGI PENYERGAPAN NOORDIN M TOP

Polisi menggerebek dua rumah yang diduga kuat sebagai tempat berkumpulnya teroris. Bahkan rumah di Temanggung diduga kuat dihuni oleh buronan nomor satu, Noordin M Top.
Untuk mengetahui lokasi-lokasi yang diduga dihuni teroris, polisi sudah melakukan pengecekan sejak peristiwa peledakan di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pada 17 Juli 2009.


Kepala Kepolisian RI, Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan pengusutan sudah dimulai pada 17 Juli. "Sejak 17 Juli kami sudah menemukan bukti-bukti awal tentang siapa pelakunya. Sehingga kami sudah mendesign untuk melakukan upaya pengerjaran, penangkapan, dan penindakan," ujar Bambang Hendarso di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu 8 Agustus 2009.

Pada 1 Agustus, lanjut Bambang Hendarso, polisi sudah mengetahui ada markas teroris di Mampang. Hal ini diketahui setelah polisi mengamankan dua sopir taxi Blue Bird yang mengantarkan dua pelaku pemboman di JW Marriott dan Ritz Carlton.

"Kedua pengemudi tersebut sudah kami periksa serta taxinya kami sita," ujarnya.

Kemudian pada 3 Agustus, polisi berhasil mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri. Diketahui pelaku bom bunuh diri di Marriott bernama Dani Dwi Permana (18) yang direkrut di Bogor. Dan pengebom di Ritz bernama Nana Mulyana asal Pandeglang. "Hal ini sengaja tidak kami publish lebih awal agar penyelidikan bisa terus berjalan," jelasnya.

5 Agustus, polisi mengetahui pelaku Amir Ibrahim pernah bekerja di Hotel Gran Melia. Amir ditugaskan untuk merekrut pelaku bom bunuh diri. Amir juga diketahui sebagai pemesan kamar 1808 di Marriott. "Kami juga menangkap Yayan di Jakarta Utara yang juga siap direkrut untuk melakukan bom bunuh diri berikutnya," jelasnya.

Tak lama, polisi juga menemukan sebuah rumah yang disebut-sebut sebagai safehouse. Rumah itu berada di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. "Itu adalah safehouse Noordin M Top setelah pengeboman 17 Juli," ujarnya.

Bambang Hendarso menjelaskan, berdasarkan pengakuan Amir Ibrahim, diketahui Noordin M Top merencanakan peledakan selanjutnya. Yakni di kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor. Jarak antara Jatiasih dengan kediaman SBY hanya sekitar 12 menit.

"Setelah penggerebekan di Jatiasih, terungkap ada perangkat bom bunuh diri dengan menggunakan kendaraan. Pengeboman ini direncanakan dilakukan setelah 17 Agustus," jelasnya.

7 Agustus, polisi menggerebek rumah di Temanggung. Polisi menewaskan orang yang diduga sebagai Noordin M Top dalam penyerangan yang berakhir pada Sabtu siang.

Sumber : VIVAnews.com


Read more...

04 Juni, 2009

CANDRA WIJAYA'S MENS DOUBLE CHAMPIONSHIP BADMINGTON

CANDRA WIJAYA'S MENS DOUBLE CHAMPIONSHIP BADMINGTON

Satu lagi event Bulu Tangkis tanah air,yang dicetuskan anak bangsa sebagai sumbangsih terhadap kelangsungan Bulu Tangkis dunia “Candra Wijaya's Mens Double Championship”.
Sang Aktor Candra Wijaya,bertekad meningkatkan pelaksanaan Candra Wijaya's Mens Double Championship Badmington pada tahun-tahun mendatang.

"Saya berharap pada suatu saat kejuaraan ini akan masuk dalam kalender event BWF," kata Candra di Jakarta, Senin (1/6/2009). Turnamen ini merupakan turnamen yang khusus mempertandingkan nomor ganda putra dan berlangsung awal Mei lalu.

Candra optimistis dengan kelanjutan kejuaraan ini karena melihat besarnya animo peserta dalam dan luar negeri. Sementara sambutan publik bulu tangkis yang datang ke gedung bulu tangkis Asia Afrika pun juga besar.

"Pemasukan terbesar memang dari sponsor. Dari pelaksanaan kejuaraan kemarin, sponsor mengaku puas dan menginginkan event ini diselenggarakan setiap tahun," kata Candra.

Namun untuk tahun depan, candra akan menambahkan kategori untuk pertandingan untuk 12 tahun ke bawah. "Memang banyak permintaan untuk perbaikan, seperti pertandingan untuk ganda putri. Namun saya akan mulai dulu dengan hal yang sesuai dengan pembinaan," kata Candra.

Sementara perbaikan yang lain juga akan dilakukan sesuai dengan perkembangan. "Misalnya venues dengan fasilitas yang lebih memadai. Mungkin tempat seperti tennis indoor Senayan bisa jadi alternatif."

Alternatif lain yang juga dipikirkan adalah membuat kejauraan menjadi lebih menarik buat penonton Jakarta atau pun para penggemar fanatik bulu tangkis. "Bisa saja kami tampilkan nomor veteran, atau duel meet antara pemain veteran Indonesia dengan negara lain seperti Malaysia dan China."

Dalam pertemuan dengan wartawan, Candra yang ditemani oleh dua panitia yaitu Hadi Nasri dan Rosianna Tendean memberikan penghargaan kepada media massa untuk penulisan dan foto terbaik ajang Candra Wijaya's Mens Double Championship yang lalu. Kompas.com memperoleh penghargaan penulisan terbaik, sementara Warta Kota memperoleh penghargaan sebagai foto terbaik kedua.

Sumber : JAKARTA, KOMPAS.com

Read more...

31 Mei, 2009

POLITK INDONESIA MENJELANG PILPRES RI 2009

POLITK INDONESIA MENJELANG PILPRES RI 2009

Semakin dekat jadwal Pilpres RI 2009,maka suhu politik Indonesia semakin terasa menghangatkan kuping,media media mulai dari Koran ,majalah dan media elektronik menyajikan berbagai sajian politik,tentunya dengan aneka resep Versi mereka,hari hari berita politik dibungkus bak pelayan rumah makan membungkus makanan untuk pelanggan,jadi tidak perlu merasa heran bila ada media media tertentu terlihat menjelek jelekan atau mengharumkan nama para kandidat.

Apa yang perlu kita pahami adalah bahwa “KITA HARUS MELIHAT” dari tata krama dan tata susila para kandidat,”DENGARLAH” bahwa orang yang suka menjelek jelekan kandidat lain adalah calon pemimpin yang berjiwa kerdil,karena mereka seharusnya menjual gagasan dan pemikiran cemerlang mereka kepada rakyat,bukan menjajakan bungkusan busuk lawan politik mereka.

Kalau negeri ini hanya disuguhi bungkusan busuk atau pepesan kosong maka negeri ini akan membesar dengan semangat permusuhan dan saling tuding..menganggap diri selalu benar tanpa ada introspeksi diri,akibatnya akan terjadi perpecahan besar seperti cerita Bhatara Yuda atau cerbisan cerita didalam Kitab Sejarah Negara Kertagama…

Ingatlah bahwa menurut kebiasaan sejarah bahwa setiap seratus tahun kepulauan Jawa akan dilanda prahara,negeri besar akan terbelah,dan ini akan berlangsung lama hingga muncul sang ratu adil yang akan membawa kemakmuran dan kedamaian bagi rakyat jelata.

Kalau dihitung dari umur bangsa Indonesia sekarang maka kita akan memasuki tigaperempat abad,menuju genap seratus tahun,maka janganlah kiranya mitos akan kegemparan dikepulauan Jawa akan terulang kembali,kalau ini terjadi berarti kita akan memasuki masa masa suram dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,oleh karena itu kita mengharap para elit poplitik negeri ini lebih bisa menempatkan kepentingan rakyat diatas meja meja kerja mereka,dari pada menyimpan bungkusan busuk lawan politik disaku mereka,untuk kemudian mereka lempar kepada kita rakyat jelata.
Kalau demikian apa untungnya bagi bangsa kita...?...tinggalkan komentar anda...!...

Read more...

18 Mei, 2009

PILPRES RI 2009

PILPRES RI 2009
Sekarang sudah ditetapkan tiga pasangan yang akan mengikuti pertarungan dalam Pilppres RI 2009 :

-Jusuf Kalla/Wiranto

-Megawati/Prabowo

-Susilo Bambang Yudoyono/Budiono

Dengan adanya kandidat kandidat diatas ,tentu sangat besar kemungkinan akan ada suatu hal yang bisa saja tak terduga,hal ini bercermin dari beberapa kali pergolakan politik yang terjadi di Indonesia,dimulai dengan mundurnya Presiden Soeharto,kemudian tak bersedianya BJ Habibie melanjutkan tongkat estafet yang diharapkan Soeharto dapat dipegangnya,dilanjutkan dengan bertenggernya Abdurrahman Wahid dikursi kepresidenan,walau kemudian tergeser oleh DPR yang dimotori PDI Perjuangan (Kubu Megawati),dan setelah Megawati begitu siap untuk melanjutkan pemerintahan,Susilo Bambang Yudoyono yang dimotori perahu kecil partai Demokrat dan Partai Bulan Bintang justru menjadi pemenang kontes Pilpres RI 2004 (ini disebabkan bocornya perahu Golkar karena gebrakan Jusuf kalla).

Sekarang dengan muka muka lama yang bertarung,membuat banyak pengamat memastikan dominasi SBY/Budiono,akan menjadi pemenang…
Tapi melihat pergolakan diakhir akhir masa penetapan Budiono sebagai patner SBY,jelas telah terjadi kebocoran besar pada perahu SBY…Kita hanya akan melihat akankah SBY dan Partai Demokrat mampu menutupi lubang lubang besar yang ada pada perahu koalisi yang mereka diyakini mampu mempertahankan SBY tetap disinggasana Kepresidenan RI.

Adapun Jusuf kala/Wiranto,walau terkesan memaksakan diri untuk terus bertarung merebut kursi kepresidenan,kini mulai mendapat angin segar,karena Partai Partai berlabel Islam tampaknya membuka celah untuk ruang”POLITIK INTELIJEN”.dimana akan ada pergerakan dibawah kesepakatan resmi partai partai,dimana celah ini akan mempengaruhi pemilih dari dalam tubuh partai itu sendiri.

Dan Mega/Prabowo justru paling solid untuk saat ini,dengan komposisi yang “Win Win”,dimana kedua partai merasa berkedudukan sejajar dan tak ada keputusan tanpa kesepakatan,jelas membuktikan mereka benar benar telah mantap dan siap untuk habis habisan,tapi untuk merebut hati pemilih tentu mereka memerlukan gebrakan yang lebih berani dan populer,agar dapat meningkatkan jumlah pemilih untuk jatuh hati kepada mereka..

Walau dalam hitungan matematika SBY/Budiono adalah favorit juara,tapi kalau mesin politik yang mereka ramu tak berjalan dilapangan,bisa bisa mesin politik tersebut menjadi pemicu ledakan yang akan sangat menguntungkan kedua pasangan kompetitor mereka.
Apapun hasilnya kita sebagai rakyat mengharapkan tetap adanya stabilitas didalam perpolitikan Nasional,karena itu adalah syarat mutlak kita untuk memacu laju pembangunan dinegeri ini.

Read more...

01 Mei, 2009

POLITIK NASIONAL MENABUH GENDRANG

KOALISI GOLKAR-HANURA

Setelah beberapa hari mengadakan pertemuan dan salin menjajaki antara pinpinan partai politik,mulai hari ini genderang perang Golkar telah dibunyikan,dan yang menjadi sekutu utamanya adalah tak lain dan tak bukan adalah partai baru muka lama yang merupakan kenderaan mantan calon presiden dari partai Golkar tahun 2004 itu sendiri..

Melihat sejenak tata kerja elit politik dari partai Goolkar ,maka sudah nampak jelas ada ketidak mampuan Golkar untuk membangun kubu yang solid..tapi apapun itu yang jelas sekarang Golkar dan JK telah memutuskan untuk terjun kemedan laga,dalam kancah pemilihan Presiden Republik Indonesia tahun 2009.

Dari Kubu Hanura sendiri sudah nampak dengan jelas bahwa mereka sebenarnya belum mampu untuk membangun komunikasi politik yang cerdas…Bersekutu dengan Golkar adalah suatu keputusan yang sangat itdak popouler menurut pengamatan saya..
Setelah gagal menjadi calon presiden dari partai tersebut Wiranto memutuskan untuk membangun kenderaan politik yang bisa mengantarkanya kekursi empuk seorang presiden,tapi dengan perolehan suara yang tidak sampai 10% ,telah membuat seorang Wiranto berbalik arah dan kembali kepelabuhan lama dibawah naungan “Pohon Beringin”,sungguh itu adalah keputusan seorang pejuang tak bersemangat ,ia rela melepaskan kemudi untuk berbalik arah hanya karena pertimbangan lima tahun tanpa kemakmuran.

Kini kita tinggal melihat bagaimana aksi dua orang politikus nasional bertempur menggunakan senjata karatan dan tak berkilau,tapi mereka mempunyai pasukan penabuh genderang,yang siap memukul gendrang dengan kuat,walau sebenarnya mereka tak mampu untuk bertempur..

Read more...

05 April, 2009

SAMBAS DISERANG INGGRIS 1812-1813

SAMBAS DISERANG INGGRIS 1812-1813

Selama dua abad kesultanan Sambas berdiri,selalu dirongrong oleh berbagai kekautan baik yang datangnya dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
Kedaulatan sering dilanggar sehingga menimbulkan beberapa kali peperangan.
Sampai penutup abad ke 18 Belanda dan Inggris hanya berhasil melakukan perniagaan yang tidak mengikat.

Hubungan antara kesultanan Sambas dengan Belanda dan Inggris tidak terlalu akrab.
Inggris dan Belanda selalu berusaha menuntut pembagian tanah yang lebih luas untuk kantor dagang dan benteng (loji) sehingga timbul pertengkaran antara Sultan Sambas dan Inggris yang meminta tidak hanya hak monopoli dalam perdagangan,juga meminta tanah pemukiman didaerah Paloh “Tanjung Datuk”,permohonan mereka ditolak oleh Sultan Sambas.
Alexander Hare,wakil pemerintah Inggris yang datang menemui Sultan Sambas pada tahun 1812 mengira akan dengan mudah mendapat beberapa bidang tanah diSambas,mereka merasa kecewa atas sikap tegas Sultan terhadap mereka.

Pada masa itu Negeri Sambas dalam keadaan sangat lemah,karena secara berturut turut sejak tahun 1789 sampai dengan tahun 1791 diserang oleh pasukan Siak Sri Indrapura…Didalam negeri mendapat gangguan dari Kongsi Kongsi pertambangan emas orang Cina…
Pada tahun 1811,Sultan Abu Bakar Tajudin I menerima laporan dari rakyatnya (nelayan penangkap ikan), bahwa dikuala Sungai Sambas Kecil telah berlabuh sebuah kapal asing milik East Idian Company kepunyaan Inggris yang amat mencurigakan...Kedatangan kapal Inggris itu ternyata untuk menuntut tanggung jawab dari Pangeran Anom yang telah menyerang kapal Inggris diperairan Banjarmasin dalam tahun 1789…Inggris memberitahukan agar Sultan Sambas mau memenuhi permintaan Inggris terhadap daerah Paloh.

Dalam upaya Sultan Sambas mempertahankan negerinya dari serangan pasukan Inggris itu,diperintahkan kepada panglima dan rakyatnya bersiap siaga membuat kubu pertahanan disebaelah kiri dan kanan Sungai Sambas Kecil dan dan menimbun batu batu besar kedalam sungai tersebut untuk menghadang kapal kapal Inggris yang berusaha masuk menelusuri alur sungai Sambas Kecil.,karena timbunan batu tersebut kapal Inggris yang besar tak bisa masuk melalui sungai Sambas Kecil sehingga sampai sekarang daerah tersebut diberi nama kampung Sebatu (karena alur sungainya dipenuhi batu).

Bagaimana kisah serangan Inggris terhadap Sambas.?..Mayor William Thorn menjelaskan,serangan pertama dilakukan pasukan Inggris terhadap kerajaan Sambas adalah pada bulan Oktober 1812 dipimpin oleh Kapten Bowen dari kapal perang Inggris bernama Phoenix namun mereka tak dapat masuk sungai Sambas kecil karena terhalang batu yang ditimbun disungai...Dalam serangan kedua pada tanggal 22 Juli 1813,dipimpin oleh Kapten Watson.mereka bergerak masuk melalui kampung Kartiasa disungai Sambas besar.
Pada tanggal 23 Juli 1813,mereka menurunkan senjata dan pada tanggal 25 Juli 1813 tentara Inggris bergerak maju menuju kota Sambas,sebelum bergerak masuk,mereka mengirimkan sepucuk surat kepada Sultan Sambas yang ditanda tangani oleh Kapten Sayer dan disampaikan oleh Kapten Bayley…Isi surat tersebut meminta kepada Sultan agar menyerahkan Pangeran Anom beserta pengikutnya kepada pasukan Inggris, surat yang disampaikan tersebut tidak ditanggapi oleh Sultan,karena ia bersama rakyat telah bertekad tidak akan menyerah sebelum berlumur darah melawan penjajah.

Merasa dilecehkan,pada malam 26 Juli 1813 pasukan Inggris bergerak maju menyusuri Sungai Betung dan hutan rimba menuju Sambas .Gerakan pasukan Inggris ini dapat dihadang oleh pasukan Sambas,sehingga Inggris harus membagi pasukanya menjadi beberapa bagian agar dapat menembus pasukan Sambas,dibawah pimpinan Kapten Morris dari resimen 14 juga tidak berhasil.kelompok lain dibawah komando Kapten Brookes dari Batalyon Sukarela Bengal 3,yang terdiri dari angkatan laut Inggris dengan 100 orang India harus mendaki jalan pintas yang terjal untuk sampai KeSungai Sambas kecil.masing masing divisi diiringi oleh sekelompok kelasi bersenjata yang membantu membawa perbekalan dan membuat jalan perintis melewati hutan rimba.

Pasukan Inggris dibawah komando Watson diberangkatkan pada jam 03.00 pagi dan setelah melewati berbagai rintangan alam,sampai didaerah pertahanan pasukan Sambas pada jam 09.30 pagi.Pasukan Ingris menyerang dan menghujani Negeri Sambas dengan peluru meriam…
Pada saat saat yang genting itu sebenarnya Pangeran Anom beserta keluarganya tidak berada di Sambas,ia sedang berkelana bersama pasukanya dan didalam pelayaran ia menderita penyakit malaria sejak 1812,karena hal tersebut ia dan pasukanya menetap sementara di Lunduk (sekarang daerah tersebut masuk wilayah Sarawak/Malaysia)…Karena penyakit tersebut Pangeran Anom tak mungkin pulang dan memimpin pasukanya,karena itu,diperintahkanlah Puteranya Pangeran Muda berangkat ke Sambas memimpin pasukanya untuk mengusir serangan pasukan Inggris.

Kubu pasukan Sambas ditepi sungai Betung tidak mungkin lagi dipertahankan,lalu mereka berpindah mengundurkan diri disebelah timur daya ,Kampung Pendawan.Pasukan Inggris pun menggempur pertahanan di Kampung Pendawan karena pada saat itu pertahanan pasukan Sambas di Sebatu dan Sungai Betung telah berhasil mereka hancurkan.

Menghadapi serangan musuh yang serba lengkap senjatanya itu,pasukan Sambas bergabung menjadi satu maju kemedan perang dibawah komando Pangeran Muda (putera Pangeran Anom).Terjadilah pertempuran yang sangat sengit dan hebat dalam hutan belantara karena persenjataan yang tak berimbang...peperangan berubah menjadi perang gerilya dan berlangsung hingga berbulan bulan…Dalam pertempuranya ini Pangeran Muda atas keberanianya yang luar biasa terkepung dalam lingkaran pasukan musuh sihingga ia gugur dimedan laga…Dengan kejadian tersebut semangat pasukan Sambas semakin menipis.Beberapa hari kemudian pasukan Inggris bergerak maju kebarat laut mengepung Pasukan Sambas sehingga tak berdaya dan terpaksa menyerah.
Kira kira 150 meter menyusur tepi sungai Sambas kecil hingga kesungai Teberau,pasukan musuh membakar sebuah kampung hingga hangus dan menjadi abu,Tempat itu hingga sekarang diberi nama “Kampung Angus”.

Ketika Pangeran Anom mendengar kabar bahwa Negeri Sambas telah kalah berperang dengan Inggris dan gugurnya Pangeran Muda(Putranya) dalam mempertahankan negeri Sambas naiklah darah pahlawanya.ia amat marah walau dalam keadaan sakit keras,ia sangat merasa sedih atas gugurnya putranya serta penderitaan yang dialami rakyat Sambas. Tapi menyadari penyakitnya ,ia bermaksud lebih baik menetap saja di kampung Lunduk dari pada kembali kenegeri Sambas.

Setelah Negeri Sambas dikuasai Inggris,datanglah berkunjung keistana Sultan ,komandan pasukan inggris dengan maksud untuk berkenalan dengan Sultan Abu Bakar Tajudin I dan Pangeran Anom.
Karena Pangeran Anom masih dikampung Lundu’ ,komandan tersebut mohon bantuan Sultan agar segera memerintahkan menterinya pergi kekampung Lundu’ membawa Pangeran Anom kembali ke Sambas.
Sultan Sambas memerintahkan 4 orang Datuk Kyai serta berpuluh orang penggiring berangkat menjemput Pangeran Anom beserta keluarganya ke kampong Lundu’.

Setelah Pangeran Anom beserta keluarganya berada kembali di Sambas,ia pergi dengan Bedar menemui komandan pasukan Inggris di kapal perangnya.Pada hari berikutnya datang pula komandan perang pasukan Inggris keistana Sambas membalas kunjungan Pangeran Anom kekapalnya.dan ia berjanji akan melaporkan segala perbincanganya dengan sultan dan Pangeran Anom kepada atasanya di Batavia( Jakarta).ia berjanji pula akan mendatangkan suatu utusan khusus ke Sambas untuk mengikat tali persahabatan dan perjanjian dagang dengan Sultan dan Pangeran Anom.

Demikianlah riwayat Negeri Sambas,setelah kalah perang melawan Inggris.Tiada berapa lama Pangeran Anom berada di Sambas ia diangkat mengantikan Sultan Abu Bakar Tajudin I .
Dalam penyerangan Inggris ke Sambas tahun 1812-1813…Inggris telah mengerahkan Resimen ke 14 Batalyon Sukarela Bengal 3 dan Artileri Bengal dengan kapal 3 perang yaitu : Kapal Perang Ratu Inggris ,Leda dan Hussen…Menurut catatan Inggris,pasukan mereka yang tewas 15 orang diantaranya beberapa perwira Inggris dan 58 orang luka ,jumlah pasukan Sambas yang tewas : 12 orang Pangeran,150 orang prajurit.

Sultan Abu Bakar Tajudin I meninggal dunia pada 20 hari bulan Ramadhan 1229 Hijriyah,dan digantikan Pada hari Jum’at 14 September 1814 M,oleh Pangeran Anom dengan Gelar Sultan Muhammad Ali Syafi’uddin I.

SUMBER :
Petikan Buku : KABUPATEN SAMBAS
”SEJARAH KESULTANAN DAN PEMERINTAHAN DAERAH”.
Pemerintah Kabupaten Sambas 2001.
Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sambas…

Read more...

02 April, 2009

SAMBAS DISERANG SIAK SRI INDRAPURA 1789-1791

PANGERAN ANOM MEMPERTAHANKAN SAMBAS

Serangan Pertama Siak Sri Indra Pura Ke Sambas 1789

Tiada lama pangeran Anom di Sambas,pada bulan Desember tahun 1789 Kesultanan Sambas diserang pasukan Siak Sri Indrapura yang dipimpin oleh Raja Ismail..
Penyerangan dari Siak ini adalah karena persaingan dagang dan ekonomi diantara kedua Kesultanan,salin berebut kekuasaan dilaut serta berusaha menguasai wilayah antara pulau Sumatra dan Kalimantan.Armada Siak Sri Indrapura bergerak maju disekitar perairan Sungai Sambas kecil menembakan meriam kearah pasukan dari kesultanan Sambas...
Ketika pasukan Siak Sri indera pura hendak mendarat maka pasukan Sambas berenang mendekati kapal musuh dan membocorkan kapal mereka hingga tenggelam,diiringi pula dengan tembakan meriam dari halaman istana,hampir menjelang malam pertempuran antara kedua pasukan semakin sengit,banyak korban berjatuhan dikedua belah pihak.
Namun lagi lagi strategi dan kepiawaian pasukan Sambas yang dipimpin Pangeran Anom dapat memukul mundur pasukan dari Siak Sri Indrapura,sebagian kapal mereka ditenggelamkan dan sebagian berhasil meloloskan diri dan keluar dari perairan Sambas.

Serangan Kedua Siak Sri Indrapura Ke Sambas

Pada tahun 1791 pasukan Siak Sri Indrapura menyerang kembali untuk kedua kalinya dengan jumlah pasukan yang jauh lebih besar dan dipimpin langsung oleh Sultan Ali Said sendiri…Pertempuran berlangsung cukup lama,pasukan Siak Sri Indrapura menyerang dengan keberanian yang luar biasa tanpa memperhitungkan korbanya yang gugur dimedan laga.pertahanan pasukan kerajaan Sambas sudah goyah karena serangan bertubi tubi dari pasukan Siak Sri Indrapura yang gagah berani.

Memperhatikan keadaan yang sangat genting itu beberapa orang menteri Kerajaan Sambas,Wazir serta Hulubalang berunding dengan Sultan Abubakar Tajudin I dan Pangeran Anom supaya diadakan perundingan damai dengan sultan Said Ali dari Siak Sri Indrapura…usul tersebut ditolak oleh Sultan dan Pangeran Anom,karena Pangeran Anom merasa yakin atas kekuatan pasukanya.
Maka diperintahkanlah oleh Pangeran Anom kepada beberapa pengawal setianya untuk menjemput pasukan mereka yang lain yang terdiri dari orang orang Dayak Sungkung,dan orang orang Dayak Saribas..maka tak beberapa lama pasukan bala bantuan Pangeran Anom telah terkumpul dan dengan pasukan tersebut Pangeran Anom berhasil memukul mundur pasukan dari Siak Sri Indrapura…

Tapi rupanya Pasukan Siak Sri Indrapura tidak kembali kenegerinya mereka bertahan dilaut menunggu bala bantuan tiba dari garis belakang,mereka menghimpun kekuatan baru untuk menyerang Sambas.

Serangan Ketiga Siak Sri Inrdapura Ke Sambas 1792

Pada tahun 1792 pasukan Siak Sri Indrapura menambah dan memperkuat pasukanya yang ada diperairan Sambas,dipimpin Sayyid Ali Mustafa dan didampingi oleh seorang panglima dari Aceh yang terkenal keberanianya bernama Panglima Aru…Aru adalah nama dari suatu kampung di daerah Aceh,dalam penyerangan itu ikut serta juga permaisuri Sayyid Ali Mustafa yang sakti dan gagah berani…

Pucuk pimpinan perang pasukan Sambas dipegang oleh Pangeran Anom dan didampingi oleh Panglima Awang Tandi (Lawang Tandi) yang khusus dijemput dari tempat pertapaanya dikeramat Bantilan (letaknaya sekarang dalam wilayah kecamatan Sejangkung).

Pertempuran antar pasukan Sambas dan pasukan Siak Sri Indrapura disertai adu kekuatan dan ketangkasan antara panglima Aru dengan Panglima Awang Tandi.pertarungan yang memakan waktu cukup lama ,mereka beradu kesaktian dan kekuatan,namun kesaktian yang dimiliki Awang Tandi tak dapat ditandingi oleh Panglima Aru,Awang Tandi berhasil mengalahkan Panglima haru hingga ia tewas..,melihat kejadian tersebut Permaisuri Sayyid Ali Mustafa menjadi geram dengan tangkas ia turun kemedan perang (dihalaman istana Sambas) ibarat seekor singa yang haus darah ia membunuh prajurit dan panglima pasukan Sambas satu persatu hingga parajurit Sambas kelabakan dan menjadi kocar kacir,siapa saja yang berada didepan atau dibelakangnya langsung dibunuh dan dipenggalnya,melihat keadaan yang mencemaskan itu,Pangeran Anom segera terjun kemedan pertempura menahan gerak maju pasukan musuh dan diperintahkanya kepada Panglima Awang Tandi untuk menyerang langsung tubuh permaisuri tersebut,namun penyerangan sulit dilakukan karena permaisuri Kebal terhadap senjata tajam dan dia diapit oleh pasukanya yang berlapis lapis,...
Untuk menghentikan dan mengatasi ketangkasan serta keberanian dan kesaktian permaisuri Sayyid Ali Mustafa tersebut,Pangeran Anom segera memasukan “Peluru Petunang” kedalam Meriam..,sambil mengucapkan Mantra diarahkanya meriam tersebut tepat kepada tubuh permaisuri Sayyid Mustafa,dan dengan tembakan “Peluru Petunang” tersebut tubuh permaisuri yang kebal terhadap senjata tajam tersebut roboh seketika,tubuhnya bersimbah darah dan seketika itu pula ia gugur dimedan laga…(Peluru Petunang : adalah peluru yang didalamnya berisi jisim halus atau sahabat “Mu’akal” Pangeran Anom yang bernama”Bujang Danor”),cerita ini telah menjadi cerita rakyat masyarakat Sambas sampai sekarang..

Melihat kejadian itu Raja Sayid Ali dan Sayid Mustafa beserta pasukanya dengan rasa kesal dan sedih memutuskan mundur dari pertempuran dan kembali kenegerinya.Sebagian dari panglima panglimanya yang menyerah kepada pasukan Sambas dan bersedia setia menjadi penduduk Negeri Sambas diberikan tempat oleh Sultan Abubakar Tajudin I sebuah kampung yang diberi nama “Kampung Tanjung Rengas” untuk kediaman orang orang dari Zulu disediakan suatu kampung yang diberi nama “Kampung Nagur”, dan untuk kediaman orang orang dari Sulawesi disedikan suatu kampung yang diberi nama”Kampung Bugis”.

Sultan Sambas dan rakyatnya selalu membuka pintu selebar lebarnya menerima pendatang baru dari seluruh pelosok Nusantara ,sehingga turun temurun tinggal diSambas.
Sampai sekarang.Rakyat Sambas merasa bangga mempunyai seorang Panglima seperti yang telah dicontohkan Pangeran Anom dalam mempertahankan negeri dan rakyatnya dari gangguan orang orang Portugis,Spanyol,Inggris,Belanda dan kerajaan kerajaan lain di Nusantara…

Catatan: Keruis adalah perahu layer Pangeran Anom…Fenes sebuah perahu layer ukuran kecil atau lebih kecil dari Keruis..menurut dugaan Keruis dan Fenes berasal dari bahasa Portugis atau Spanyol..

Read more...

27 Maret, 2009

SEJARAH MEMPAWAH

TIGA PUSAKA KERATON HILANG MISTERIUS

Pada zaman dahulu,dikisahkan pemerintahan Senggaok memiliki tiga pusaka keraton,yang konon menurut cerita hilang secara ghaib,pada masa pemerintahan Panembahan Ibrahim Syafiuddin.
Adapun keris pusaka tersebut bernama keris Naga Api (Naga Geni),dari Raja susuhan anaknya Prabu Brawijaya,dari kerajaan MajaPahit.
Keris tersebut milik Panembahan Senggaok,yang merupakan keturunan dari Prabu Brawijaya.

Menurut cerita,Raja Susuhan dari Majapahit yang membawa keris Naga api ke Bengkule Rajang,bersama seperangkat gamelan senenan dan meriam yang bernama Bujang Jawa.
Naga geni dan Bujang Jawa,lenyap secara misterius,pada zaman Sultan Ibrahim Syafiuddin,konon,katanya kedua pusaka tersebut hilang,tatkala didalam istana terjadi kebakaran.

Menurut cerita turun temurun,saat api masih berkobar membakar istana,keris Naga geni melayang diudara,menembus tiang istana yang tidak dijilat api,ketika menembus tiang gagangnya tercabut dan tertinggal dilantai istana.
Hilangnya Meriam Bujang Jawa,baru diketahui setelah kobaran api yang membakar istana dapat dipadamkan.kedua pusaka dinyatakan hilang secara ghaib,dan sampai sekarang tidak diketahui dimana rimbanya.

Sedangkan pusaka ketiga yang hilang secara misterius,berupa sebilah pedang dari Pagar Ruyung ,pedang ini hilang saat penjajah Jepang menjejakan kaki dibumi Mempawah.
Pedang Pagar Ruyung merupakan warisan Raja Qahar,mertua Panembahan Senggaok.
Sangat disayangkan hilangnya artefak tersebut yang merupakan bukti kaitan sejarah,antara kerajaa di Jawa,Melayu,Dayak,dan Bugis.pusaka yang hilang tersebut merupakan bukti nyata kesatuan empat suku yang telah membaur sejak ratusan tahun yang lalu….
Sumber Tribun Pontianak..edisi 074 tahun I/2008.

Read more...

01 Maret, 2009

POS LINTAS BATAS KALIMANTAN BARAT(INDONESIA)- SARAWAK(MALAYSIA)

PLB KABUPATEN KAPUAS HULU SERTA PLB KABUPATEN SAMBAS

Tampaknya peresmian Pos Lintas Batas(PLB) Nanga Badau (Kabupaten Kapuas Hulu) dan Lubuk Antu (Sarawak,Malaysia),serta Aruk (Kabupaten Sambas) dan Biawak (Sarawak,Malaysia) sampai sekarang masih belum pasti kapan dilaksanakanya ,meski kedua Negara telah menyepakati akan membuka Pos Lintas Batas tersebut pada tahun 2009.

Kesepakatan untuk membuka dua PLB antara Badau-Lubuk Antu serta Aruk-Biawak sudah dibicarakan pada pertemuan sosial ekonomi (SOSEK) Malaysia-Indonesia (MALINDO) di Kucing beberapa waktu lalu..

Dari pihak Indonesia persiapan pembuatan kedua PLB tinggal menyelesaikan jalan penghubung menuuju PLB tersebut,karena sebagian jalan tersebut masih dalam proses pengerjaan..Menurut kepala Bapeda Kalimantan Barat peresmian bisa bulan depan hingga Desember tergantung dari pemerintah pusat..karena menurut rencana Direktur Jendral Departemen Umum Departemen Dalam Negeri akan meninjau kesiapan pemerintah daerah dikedua PLB tersebut.

Pemprop Kalbar rencanaya akan menjadikan kedua PLB tersebut yaitu PLB Nanga Badau kabupaten Kapuas Hulu Dan PLB Aruk Kabupaten Sambas menjadi pintu perbatasan Internasional antara Indonesia dan Malaysia.

Diharapkan dengan dibukanya pintu pintu perbatasan tersebut akan dapat memacu pertumbuhan daerah perbatasan diPropinsi Kalimantan Barat…

Read more...

Pengikut

Download Ebook,Internet Mobile & Gadget

RANDOM POST

  © Blogger templates Modifikasi The Professional Gradient Template by Albert Kennedy 2010

Back to TOP