Tampilkan postingan dengan label BUKIT SEGOLER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUKIT SEGOLER. Tampilkan semua postingan

07 April, 2011

PERKEBUNAN SAWIT PT SUM TERBAKAR

PT SUM yang area operasionalnya diKabupaten Sambas,tepatnya di Desa Batu Makjage Kecamatan Tebas,bergerak dibidang Perkebunan Kelapa sawit dengan pola pembagian areal Inti dan Plasma untuk masyarakat setempat,saat ini mengalami kerugian akibat kebakaran pada areal lahan sawit yang telah mereka tanam.


Kebakaran lahan ini diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan,sebab lahan gambut memang sangat rentan terhadap kebakaran,apalagi dimusim panas seperti sekarang.

Desa Batu Makjage adalah sebuah desa yang terdiri atas tiga dusun,yaitu Dusun Sebebal,Dusun tiga Serumpun dan Dusun Pangkalan Kongsi,dulunya Desa Batu Makjage terdiri dari dua kampung kecil yaitu Kampung Sebebal dan Kampung Pangkalan Kongsi 1,setelah di gabungkan barulah diberi nama Desa Batu Makjage,mengambil nama dari Batu Makjage yang ada ditengah Sungai Sebangkau.

Batu Makjage sendiri memiliki cerita yang berkembang dari mulut kemulut dan dipercaya memiliki nilai mistis oleh kalangan masyarakat setempat.Letak Batu Makjage sebenarnya melintangi sungai dan mirip sebuah bendungan,berada disisi Bukit Segoler atau lebih dikenal dengan sebutan Gunung Pelanjau yang dikenal sebagai area hutan lindung dan sering dijadikan tempat rekreasi terutama disaat hari Lebaran.

PT SUM yang menggarap lahan hutan gambut Desa Batu Makjage menjanjikan kepada masyarakat setempat untuk mendapatkan Plasma sebagai bentuk partisipasai mereka dan kerjasama salin menguntungkan dengan masyarakat,tapi dalam kenyataan dilapangan kehadiran PT SUM telah menimbulkan gesekan antar masyarakat,terutama mengenai perbatasan lahan hutan antar desa dan ketersediaan lahan untuk area plasma milik masyarakat.

Dari pantauan dan perbincangan penulis dengan masyarakat Desa Batu Makjage,mereka mengatakan bahwa PT SUM sepertinya,hanya menimbulkan keresahan dan konflik yang sampai saat ini belum selesai,diantaranya adalah tidak jelasnya peruntukan lahan Plasma buat seluruh masyarakata Desa Batu Makjage,serta Salin klaim lahan antar penduduk dalam desa dan antar desa-desa yang bertetangga.
Masih menurut masyarakat setempat bahwa permasalahan yang terjadi sebenarnya adalah dikarenakan sikap pihak perusahaan yang tidak jelas dan terkadang dinilai plin-plan.

Setelah beberapa tahun PT SUM beroperai di Desa Batu Makjage,yang masyarakat setempat dapatkan bukannya Plasma seperti yang mereka harapkan,melainkan kiriman asap kerumah-rumah penduduk,yang bisa menyebabkan serangan penyakit pernapasan.

Bisakah pihak PT SUM mengendalikan sijago merah..?..
Ataukah api tersebut justru akan semakin membesar dan melalap lahan hingga keperkebunan millik penduduk..?..
Yang jelas sampai saat ini masyarakat Desa Batu Makjage belum percaya bahwa kehadiran PT Sum didesa mereka akan memberikan dampak positif untuk seluruh masyarakat.

Read more...

18 Mei, 2010

JEMBATAN DESA PANGKALAN KONGSI

Kecamatan Tebas – Jembatan desa Pangkalan Kongsi yang sudah lama direncanakan akan dibangun akhirnya terwujud,pada hari Minggu tanggal 16 Mei 2010 peletakan batu pertama Pembangunan jembatan didesa Pangkalan Kongsi Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas dilaksanakan.

Acara peletakan batu pertama merupakan start awal yang menandakan bahwa pembangunan jembatan tersebut dimulai,Panjang jembatan yang diperkirakan ± 80 meter ini akan menghubungkan jalan desa-desa yang selama ini terputus oleh Sungai Sebangkau,ini adalah jembatan kedua setelah beberapa tahun yang lalu pemerintah membangun Jembatan Sungai Kelambu yang menghubungkan Desa Serindang dan Matang Labong dengan Desa Sungai Kelambu dan desa desa lain disekitarnya.

Dengan dibangunnya Jembatan didesa Pangkalan Kongsi ini tentu akan mempermudah arus transportasi terutama dari Desa Bukit Segoler - Pangkalan Kongsi,yang mana selama ini harus ditempuh dengan menyeberangi Sungai Sebangkau menggunakan perahu,dari sisi lain tentu akan membuka peluang dibukanya kembali tempat/obyek wisata Bukit Segoler atau Gunung Pelanjau,yang selama ini terbengkalai.

Saat penulis memantau lokasi pembangunan (Selasa,18/05/2010) terlihat para pekerja sedang sibuk melakukan pembangunan tahap awal.Pembangunan ini memang akan memakan waktu yang cukup lama,dan belum bisa dipastikan kapan akan selesai.

Read more...

Pengikut

Download Ebook,Internet Mobile & Gadget

RANDOM POST

  © Blogger templates Modifikasi The Professional Gradient Template by Albert Kennedy 2010

Back to TOP