03 Maret, 2009

BIAK SAMBAS “ANAK PERANTAU”

BIAK SAMBAS KE TANAH RIAU,PALEMBANG,JAMBI,PAPUA BAHKAN KE MALAYSIA,BRUNAI DAN SINGAPURA

Biak Sambas bukanlah sebutan yang asing bagi daerah daerah luar,apalagi kalau daerah tanah melayu seperti Riau,atau Palembang,Jambi,Papua dan daerah lain,kemanapun anda pergi pasti akan anda temukan orang orang Sambas (Melayu Sambas),apalagi kalau di daerah Malaysia Timur,Di Kucing,Sibu,Miri atau dimana saja pelosok negeri tetangga Malaysia,bahkan hingga ke Brunai dan Singapura…

Sejak dahulu “Biak Sambas” (orang Sambas) turun temurun adalah sudah menjadi kebiasan untuk mengais rezeki dirantau…Anak anak sambas yang seharusnya masih duduk dibangku pendidikan,rata rata sudah mengecap pahit getirnya hidup di tanah seberang,baik itu di Indonesia atau di Negeri orang.

Faktor ekonomi adalah suatu yang menjadi alasan utama,untuk pergi merantau,namun menurut saya sebenarnya Biak Sambas masih belum merasa bangga kalau belum merantau jauh keluar daerah,pulau,atau kenegeri tetangga (Malaysia) terutama.

Adakah alternatif lain yang membuat Biak Sambas sebagai perantau untuk tetap mempertahankan kebiasan tersebut..?...hanya mereka yang sudah menjalaninya yang dapat menjawab dengan jujur..tapi kita pun dapat meraba raba bahwa sesungguhnya,banyak diantara Biak Sambas pergi merantau hanya sekedar ikut ikutan tanpa ada suatu target atau tujuan,mereka melalui hidup ini seolah tak ada kepastian..

Ada kepahitan ,ada kegembiraan,ada kecewa dan ada banyak harapan didada Biak Biak Sambas sebagai anak perantau….
Lalu sampai kapan citra tersebut akan hilang…?...ataukah harus dipertahankan…?...
Kalau anda punya jawabanya silakan tinggalkan komentar dibawah ini…
Saya tunggu komentar anda…..!..

7 komentar:

andi32 Kamis, Maret 05, 2009 8:29:00 AM  

bang tang mengaiz rejeki.....
mun bahase Sambas mengaiz bise diartikan gimane i? Mencari rejeki nampaknye lebih smart lah...

BERT972 Kamis, Maret 05, 2009 7:43:00 PM  

itu adalah gambaran,ketidak seimbangan apa yang dikerjakan dengan yang didapatkan (ini adalah pandangan saya secara umum/bukan personal)...apapun maknanya menurut pembaca,saya tetap sangat berterima kasih atas masukan tersebut,agar kiranya dapat menambah pengetahuan saya dalam menulis.

Donny Ardalando Jumat, Maret 06, 2009 6:32:00 PM  

Menurut saya kedua2nya OK.....

Karena ada sebagian yg "mengais" dan sebagiannya "mencari"....
Tapi ada satu lagi bang, "plesir"...
Iye khusus utk yg duitnya berlebih...

BERT972 Sabtu, Maret 07, 2009 12:31:00 PM  

memang pandai abang to' e...

kurniadi Minggu, Maret 08, 2009 11:53:00 PM  

yang pasti kita pergi "'mengais" rejeki keluar adalah untuk mengubah nasib....memang banyak yang gagal .tapi ada banyak juga yang berhasil...yang paling penting apa yang kami dapatkan sekarang bukan hanya bisa "mengais" tetapi juga bisa mengembangkan diri di lingkungan yang baru itu...aku punya teman cewek,dia vokalis dangdut di sambas dan di tempat kerja suara dare sambas ini paling joosss,tapi selama berada dilingkungan baru dia direkrut menjadi vokalis rebana...dan menjadi muslimah sambas yang bisa dibanggakan bakatnya...namanya uhti robbina sekarang dia pulang cuti ke smparuk...!!!!

tanm346 Selasa, Mei 26, 2009 8:59:00 PM  

ikut gabong juak tok e...lam knl ajak...

Anonim,  Rabu, Maret 23, 2011 10:41:00 AM  

ikut gabung juaklah...
mantab buat biak Sambas..

Posting Komentar

Pengguna anonim bebas berkomentar,tapi "Maaf" semua komentar memerlukan persetujuan untuk diterbitkan.

Pengikut

Download Ebook,Internet Mobile & Gadget

RANDOM POST

  © Blogger templates Modifikasi The Professional Gradient Template by Albert Kennedy 2010

Back to TOP